Waktu saat ini :: Telepon 081313584496 Email yayasandarulfikribawen@gmail.com
Info
Kamis, 10 Sep 2026
  • Selamat datang di Website Yayasan Darul Fikri Bawen

Langkah Kecil, Dampak Besar: Kolaborasi Hangat Dua Kepala PAUD

Selasa, 16 September 2025 Oleh : darulfikri

Di sebuah aula sederhana milik PAUD Kasih Ummi, Kecamatan Tuntang, suasana tampak hangat dan penuh antusias. Para orang tua duduk rapi, memperhatikan seorang narasumber yang sedang berbicara dengan ramah namun mantap. Ia adalah Ibu Fitri Lestari, S.Pd. AUD, Kepala TKIT Permata Bunda Bawen, yang pagi itu datang bukan sebagai tamu biasa, tetapi sebagai sahabat sesama pendidik yang ingin berbagi.

Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi sebagai bagian dari langkah kecil yang ia yakini bisa berdampak besar: membangun kemitraan antarlembaga PAUD.

“Saya percaya, semakin sering kita saling berbagi, semakin kuat pula pondasi pendidikan anak-anak kita,” ujar Ibu Fitri kepada para peserta kegiatan parenting yang hadir. Ia membawakan materi bertema “Menumbuhkan Kemandirian Anak Usia Dini di Rumah” — topik yang dekat dengan realitas para orang tua.

Acara itu digagas oleh Ibu Susanawati, Kepala PAUD Kasih Ummi, yang sejak awal memang membuka ruang kolaborasi lintas lembaga. Ia mengaku sangat senang saat Ibu Fitri bersedia hadir. “Bukan hanya berbagi ilmu, beliau juga membawa semangat baru bagi kami. Bahwa kolaborasi itu bukan sekadar kerja sama, tapi saling menguatkan,” tutur Bu Susan dengan mata yang berbinar.

Selama sesi berlangsung, para orang tua tidak hanya menjadi pendengar pasif. Mereka aktif bertanya, menanggapi, bahkan berbagi pengalaman mereka masing-masing dalam mendampingi anak-anak di rumah. Ibu Fitri pun menanggapi dengan sabar, sesekali menyelipkan humor yang membuat ruangan dipenuhi tawa hangat.

Lebih dari sekadar sesi parenting, momen itu menjadi titik temu antara dua kepala sekolah yang memiliki semangat yang sama: berdaya bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.

“Saya ingin pendidikan anak usia dini ini tidak berdiri dalam sekat-sekat. Kalau kita bisa tumbuh bersama, kenapa harus sendiri?” ujar Ibu Fitri, ketika ditanya tentang komitmennya menjalin kemitraan.

Apa yang terlihat sederhana — seorang kepala sekolah menjadi narasumber — sejatinya adalah benih kolaborasi yang sedang tumbuh. Di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini, justru kehangatan dan kerendahan hati seperti itulah yang menjadi kunci kekuatan.

Langkah kecil. Dampak besar. Dua kepala PAUD, dua semangat yang saling menyala, membawa harapan bahwa pendidikan yang baik tidak dibangun sendirian — tapi bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar