Waktu saat ini :: Telepon 081313584496 Email yayasandarulfikribawen@gmail.com
Info
Kamis, 10 Sep 2026
  • Selamat datang di Website Yayasan Darul Fikri Bawen
23 April 2026

Perkuat Kurikulum Profetik, Yayasan Darul Fikri Bawen Gali Inspirasi ke Kuttab Al-Fatih Semarang

Kamis, 23 April 2026 Kategori : Pendidikan

BAWEN – Komitmen meningkatkan mutu pendidikan berbasis nilai kenabian terus diperkuat Yayasan Darul Fikri Bawen. Kamis, 23 April 2026, jajaran pengurus yayasan dan manajemen Yayasan Darul Fikri Bawen menggelar silaturahmi sekaligus studi banding ke Kuttab Al-Fatih Semarang, yang beralamat di Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Rombongan Yayasan Darul Fikri Bawen yang dipimpin langsung Ketua Yayasan disambut hangat oleh Direktur Kuttab Al-Fatih Semarang beserta para asatidz. “

Kunjungan ini kami niatkan sebagai fastabiqul khairat. Kami ingin belajar langsung bagaimana Kuttab Al-Fatih menerjemahkan visi membentuk generasi Qur’ani pemimpin peradaban ke dalam kurikulum harian dan sistem pembinaan guru,” ungkap Ketua Yayasan Darul Fikri Bawen saat membuka diskusi.

Dalam sesi sharing, pihak Kuttab Al-Fatih memaparkan 3 poin utama:

Visi-Misi & Kurikulumnya Iman Sebelum Qur’an, Adab Sebelum IlmuKuttab Al-Fatih menekankan pembentukan iman dan adab di 2 tahun pertama, baru kemudian penguatan akademik. Target hafalan disesuaikan fitrah anak, bukan dipaksakan. Setiap mapel dikaitkan dengan kisah Nabi dan ayat Qur’an.

Strategi Mencapai Visi Lewat Kurikulum menggunakan metode talaqqiyan fikriyan dan halaqah, rasio guru-santri kecil, serta evaluasi berbasis proyek adab harian. Raport tak hanya angka, tapi juga catatan perkembangan iman dan akhlak.

Pemberdayaan SDM/Guru disebut “muaddib” dan wajib mengikuti halaqah pembinaan guru pekanan. Ada jenjang karir muaddib, mentoring berlapis, serta standar kompetensi: kuat ruhiyah, menguasai metode Kuttab, dan menjadi teladan. “Kunci di guru. Kurikulum sehebat apa pun tak jalan kalau SDM-nya tidak disiapkan,” tegas Direktur Kuttab Al-Fatih.

Kegiatan diakhiri dengan class tour melihat langsung proses halaqah dan dialog santri.

“Kami pulang bawa banyak catatan. InsyaAllah akan jadi bahan pengayaan Kurikulum Profetik Yayasan Darul Fikri, terutama di penguatan adab dan sistem pembinaan guru,” tutup Ketua Yayasan Darul Fikri Bawen.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal kolaborasi kedua lembaga dalam mencetak generasi pemimpin berkarakter profetik.

Tulisan Lainnya

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar