Tepat pukul 08.00 WIB, Senin 8 Juni 2026, ruang rapat Yayasan Darul Fikri Bawen berubah jadi ruang sidang amanah. Hari pertama Presentasi LPJ Unit resmi dibuka, dan giliran pertama jatuh ke dua unit paling vital: UPZ Dafi dan SDIT.

Ketua UPZ Dafi, Muh. Rokhis, naik ke podium lebih dulu. Satu per satu angka infak, zakat, dan penyaluran dibuka tanpa sensor. Mulai dari jumlah mustahik yang tertolong, program Beasiswa Qurani, sampai detail penggunaan dana Ramadan kemarin.
Tak berselang lama, Kepala SDIT Puji Rahayuningsih, S.Pd.I menyusul. Beliau membedah capaian akademik, program tahfidz, hingga realisasi anggaran 1 tahun terakhir di depan para pembina yayasan dan pengurus harian. Slide demi slide bukan sekadar laporan, tapi cermin tanggung jawab.
Suasananya tegang tapi konstruktif. Setelah presentasi selesai, para pembina yayasan langsung “bedah” data. Masukan tajam tapi membangun berhamburan: dari efisiensi program, penguatan digitalisasi UPZ, sampai strategi peningkatan mutu SDIT ke depan.”
LPJ bukan formalitas akhir tahun. Ini muhasabah kolektif. Angka yang kami lihat hari ini adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di dunia akhirat,” ujar salah satu pembina yayasan usai sesi tanya jawab.
Dengan keterbukaan penuh seperti ini, hari pertama LPJ membuktikan satu hal: Yayasan Darul Fikri memilih jalan transparansi. Karena kepercayaan wali murid dan donatur, dibangun dari keberanian membongkar data.
Tinggalkan Komentar