Waktu saat ini :: Telepon 081313584496 Email yayasandarulfikribawen@gmail.com
Info
Sabtu, 24 Okt 2026
  • Selamat datang di Website Yayasan Darul Fikri Bawen

Hari-hari Yang Paling Dicintai

Diterbitkan : Selasa, 11 Juli 2017

Hari-hari Yang Paling Dicintai

Oleh : Dr. H. Agus Setiawan, Lc.,MA

(Dewan Pengawas IZI)

 

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah saw pernah bersabda,

 

‎« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

 

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.

(HR. HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727 dari Ibnu Abbas ra)

 

Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa amalan di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya dan di sini tidak ada pengecualian.

Jika dikatakan bahwa amalan di hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah, itu menunjukkan bahwa beramal di waktu itu adalah sangat utama di sisi-Nya”

 

Bahkan para Ulama membahas mana yang lebih utama antara sepuluh malam terakhir Ramadhan ataukah sepuluh hari pertama Dzulhijjah?

 

Imam Ibnul Qayyim mengungkapkan, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari (siang) pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan.”

 

Maksudnya adalah sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah).

 

Mengapa hari-hari tersebut merupakan Hari Yang dicintai Allah azza wa jalla?

 

Karena ibadah pada hari tersebut memiliki dimensi sosial dan aspek positif terhadap sesama.

 

Ibadah Qurban misalnya, selain sebagai wujud ketaatan kepada Allah Ta’ala sekaligus kepedulian sosial dengan membagikan daging Qurban kepada sesama.

 

‎عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: { أَمَرَنِي النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أَقْوَمَ عَلَى بُدْنِهِ, وَأَنْ أُقَسِّمَ لُحُومَهَا وَجُلُودَهَا وَجِلالَهَا عَلَى الْمَسَاكِينِ, وَلا أُعْطِيَ فِي جِزَارَتِهَا مِنْهَا شَيْئاً } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

 

Ali bin Abi Thalib bercerita bahwa Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk mengurusi hewan qurbannya, membagi-bagikan dagingnya, dan kulitnya kepada orang-orang miskin, dan aku tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun dari hewan kurban (sebagai upah) kepada penyembelihnya. (HR. Bukhari Muslim)

 

Begitu besar keutamaan ibadah di awal Dzulhijjah.

Begitu mulia ibadah Qurban di sisi Allah azza wa jalla.

Tidakkah kita ingin meraih kemuliaan tersebut?

 

Wallahu A’lam

Pengumuman Lain

Diterbitkan : 11 Des 2021

Kuleh Terro Andi’eh Anak

Diterbitkan : 11 Des 2021

Rest Area