Waktu saat ini :: Telepon 081313584496 Email yayasandarulfikribawen@gmail.com
Info
Selasa, 08 Sep 2026
  • Selamat datang di Website Yayasan Darul Fikri Bawen

Apa yang Diperingati dari Isra’ dan Mi’raj?

Diterbitkan : Jumat, 25 Februari 2022

Apa yang Diperingati dari Isra’ dan Mi’raj?

Oleh : Iwan Setiawan, Lc
(Biro Kepatuhan Syariah LAZNAS IZI)

Jawabannya adalah umat Islam diperingatkan setiap tahun kepada shalat mereka, zakat dan sedekah mereka, dan shalawat mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Umat Islam perlu diingatkan melalui berbagai cara agar senantiasa menempuh jalan yang lurus, terjaga dari futur, dan terhindar dari godaan setan. Oleh sebab itu, tanggal 27 Rajab adalah momen untuk bermuhasabah tentang tiga perkara: Shalat, zakat-sedekah, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, bukan untuk melakukan hal-hal lain yang justru melalaikan dari ketiga hal tersebut.

Isra’ dan Mi’raj adalah perjalanan ilahiyah dan mu’jizat yang terbesar, lambang kebesaran, dan penghormatan yang tiada bandingan untuk nabi kita, Muhammad SAW. Tidak ada sesuatu yang patut dibanggakan selain menjadi bagian dari umat beliau. Untuk itu Allah SWT memeritahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi dan mengaitkannya dengan keimanan:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)

Selanjutnya, ketika malam terjadinya Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT. Shalat satu-satunya syariat yang diterima tanpa melalui malaikat Jibril AS, sang penyampai wahyu yang terpercaya. Shalat itulah yang menjadi amal pertama yang akan dihisab dari umat nabi Muhammd SAW. Beliau bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الصَّلَاةُ الْمَكْتُوبَةُ
“Sesungguhnya perkara pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat wajib.” (HR Ibnu Majah 1452)

Terakhir, perintah shalat di dalam Alquran selalu dikaitkan dengan perintah zakat. Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta atau penghasilan yang mencapai batas nishab. Suatu batas seseorang disebut sebagai kaya (aghniya’). Allah SWT berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
“Dan dirikanlah shalat dan bayarlah zakat…” (QS Al-Baqarah [2]: 43; QS 2/83, QS 2/110, QS 4/77, QS 24/56, QS 73/20)

Shalat yang di dalamnya seorang hamba membaca “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’in” mempunyai makna yang amat dalam, yaitu sebagai pengambaan diri secara total kepadda Allah SWT, dan pertolongan Allah SWT kepada para hamba yang menghamba secara total kepada-Nya. Sedangkan Zakat, berserta infak/sedekah dan wakaf, adalah simbol kekuatan dan kemandirian umat Islam. Simbol tersebut terkait dengan kemiskinan dan perekonomian umat, sehingga tidak perlu ada perbedaan khilafiyah karena mewakili kepentingan umat secara keseluruhan.

Allahu A’lam

Pengumuman Lain

Diterbitkan : 11 Des 2021

Sedekah untuk orang yang sudah meninggal

Diterbitkan : 19 Feb 2022

Sedekah Di Saat Sulit