Oleh : Ustadz Iwan Setiawan, Lc
(Biro Kepatuhan Syari’ah IZI)
Allah SWT memberikan mu’jizat kepada para utusan-Nya untuk menundukkan akal manusia, bukti kebenaran risalah yang diembaan para utusan tersebut, sekaligus menjadi pelajaran dan taudalan berharga bagi manusia yang beriman.
Betapa Nabi Sulaiman AS diberikan mu’jizat dapat memahami bahasa binatang sehingga dapat memahami suara dan aspirasi rakyat beliau yang paling kecil, yaitu kalangan semut. Demikian pula Nabi Muhammad SAW diberikan aneka mu’jizat yang beraneka macamnya. Salah satu hal yang terlihat sederhana, namun mengandung mu’jizat agung yang dapat kita rasakan hingga saat ini adalah pernyataan beliau tentang sedekah air.
Dalam suatu riwayat disebutkan:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ النبي صلى الله عليه وسلم نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu saya telah meninggal. Bolehkah saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi SAW menjawab, “Boleh,” Sa’ad bertanya lagi, “Sedekah apa yang paling utama, wahai Rasulullah?” Nabi SAW: “Sedekah berupa air minum.” (HR Nasai)
Dan dalam riwayat yang lain disebutkan:
غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ
“Seorang wanita pezina diampuni oleh Allah. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di sisi sebuah sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan. Si wanita tersebut lalu melepas sepatunya, dan dengan penutup kepalanya. Lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya ini, dia mendapatkan ampunan dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW secara khsus menyebutkan air, bukan unta (kendaraan) atau bentuk derma yang lain. Bagaimana air yang begitu sederhana, yang mungkin saat ini ada dalam gelas atau galon di dekat kita, bisa menempati ruang khusus dalam hati Nabi yang mulia.
Air adalah salah satu unsur paling penting dalam kelangsungan hidup manusia, bahkan setiap makhluk hidup pasti membutuhkan air, mulai dari bintang hingga tumbuhan. Lebih dari itu, air yang diserap oleh binatang dan hewan akan kembali menjadi unsur penunjang hidup manusia yang mengonsumsi daging, buah, batang, akar, dan daun-daunnya.
Kesulitan untuk mendapatkan air di suatu belahan bumi, dan setiap tetes air yang dihargai dengan nominal mata uang di belahan bumi yang lain, telah menjadi kenyataan yang akrab bagi manusia pada zaman sekarang, khususnya yang terjadi di tengah-tengah umat Islam. Hal ini seolah telah diketahui oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW semenjak 1400 tahun yang lalu.
Dengan air, seorang yang fasiq akan dengan mudah membinasakan sekelompok manusia dengan meracuni atau menghentikan sumber mata airnya, seorang yang bernafsu akan merekayasa air dan dan membisikkan pada manusia agar membeli airnya dengan harga yang tinggi, sedangkan orang yang baik akan menjamin ketersediaan air untuk dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Sampai di sini betapa kita diingatkan kembali kepada sesosok manusia pilihan yang sangat menyayagi, bahkan mengkhawatirkan keadaan para pengikutnya, khususnya mereka yang hidup di akhir zaman, dimana tidak ada foto maupun rekaman video beliau sehingga belum ada yang mampu mengenali beliau. Hanyalah melalui cerita dan catatan secara turun temurun dari orang-orang yang shalih. Ya, mu’jizat yang kami maksud adalah mu’jizat pengetahuan tentang dan kasih sayang untuk generasi yang belum pernah beliau temui.
Maka janganlah menjadi kikir, pelit, muwelki, atau medhit, dengan enggan bershalawat kepada beliau, Nabi Muhammad SAW.
Allahu A’lam.