Waktu saat ini :: Telepon 081313584496 Email yayasandarulfikribawen@gmail.com
Info
Rabu, 09 Sep 2026
  • Selamat datang di Website Yayasan Darul Fikri Bawen

Kisah Doa yang Dikabulkan

Diterbitkan : Sabtu, 11 Desember 2021

Kisah Doa yang Dikabulkan

Oleh : Ustaz M. Suharsono, Lc.,M.E.Sy
(Biro Kepatuhan Syariah IZI)

Setiap muslim yang berdoa tentu berharap doanya langsung diijabah oleh Allah swt. Dan salah satu cara agar doa dikabulkan oleh Allah swt adalah menjadi orang yang shalih.
Rasulullah saw bersabda : ”Diantara hamba-hamba Allah, ada orang yang apabila bersumpah, maka Allah pasti memberinya kebaikan”. (HR. Bukhari).

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menuturkan, maksud hadits ini adalah orang shalih itu ketika ia berdoa maka Allah pasti akan mengabulkannya.

Tsabit Al bunani bercertia, Aku pernah bersama Anas bin Malik, tiba-tiba datanglah pembantunya, ia berkata :”Wahai Abu Hamzah, tanah-tanah kami sudah kering”, maka berdirilah Anas kemudian berwudhu dan ia keluar shalat 2 rakaat lalu berdoa kepada Rabb-Nya, tidak lama kemudian aku melihat awan mendung lalu turun hujan yang deras sehingga memenuhi semuanya. (Ibnu Abid Dunya, Mujabud dakwah : 42)

Imam Muslim meriwayatkan dari Sa’id bin Zaid, ia bercerita : Arwa binti Uwais bertengkar dengannya tentang beberapa rumahnya, dan dia berkata: “Tinggalkan yang ini dan ini”, karena Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang mengambil sejengkal tanah yang bukan miliknya, dia akan dikalungkan (ditenggelamkan) di tujuh lapis bumi pada hari kiamat”. Kemudian Ia berdoa “Ya Allah jika Ia (Arwa binti Uwais) berdusta, butakanlah matanya dan jadikan tempat tinggalnya sebagai kuburannya” berkata Muhammad bin Zaid bin Umar salah seorang perawi hadits ini, “Aku melihat Arwa dalam keadaan buta, dan berjalan meraba-raba dinding, Arwa berkata “Doa Sa’id bin Zaid telah mengenaiku”, ketika dia sedang berjalan di sekitar rumah, dia melewati sebuah sumur, Ia terjatuh ke dalamnya, dan sumur itu menjadi kuburannya. (Muslim, Kitab Al-Musaqat : 138)

Abdul Quddus bin Abdul Jabbar As-Samarqandi berkata: Muhammad bin Isma`il Al-Bukhari, datang ke Khartank (sebuah desa di Samarkand), Dia memiliki kerabat bersamanya, suatu ketia beliau menginap di tempat kerabatnya, “Aku mendengarnya berdoa pada suatu malam dan dia telah menyelesaikan sholat malam: “Ya Allah, sesungguhnya bumi ini telah menyempitkanku dengan apa yang telah disuguhkannya, maka pertemukan aku dengan-Mu”, dan belum sampai satu bulan, Beliau wafat dan dimakamkan di Khartank. (Imam Adz-Dzahabi, Siyar A’lam An-Nubala : 466).

Baqiah bin Al-Walid bercerita : Kami berada di tengah laut, angin bertiup kencang dan ombak sangat dahsyat, sehingga membuat sebagian orang menangis dan berteriak, kemudian dikatakan kepada mereka :”Ini adalah Ibrahim bin Adham, mintalah agar ia berdoa kepada Allah” Dan ternyata Ibrahim sedang tidur di sisi kapal dengan kepala terbungkus pakaian, dan dikatakan kepadanya : Wahai Abu Ishaq, apakah Engkau tidak melihat apa yang terjadi di dalam kapal ? kemudian Ibrahim bin Adham berdoa “ Ya Allah, Engkau telah menunjukkan kepada kami kekuasaan-Mu maka tunjukkanlah kepada kami kasih sayang-Mu” tidak lama kemudian kapal menjadi tenang. ((Ibnu Abid Dunya, Mujabud dakwah : 102).

wallahua’lam.

Pengumuman Lain

Diterbitkan : 11 Des 2021

3 Langkah Meneladani Rasulullah SAW

Diterbitkan : 11 Jul 2017

Hari-hari Yang Paling Dicintai

Diterbitkan : 11 Des 2021

Berdonasi untuk Pedagang Kecil